• MASTER AGENT BETTING TERPERCAYA

  • Sat, 23 Sep 2017 12:01 am

REGISTRATION

BANK

KLUB DAN PT LIGA INDONESIA TOLAK REKOMENDASI BOPI

PT Liga Indonesia dan klub-klub melawan titah Badan Olah Raga Profesional Indonesia dan Tim Sembilan Kemenpora. Mereka menolak menunda jadwal sepak mula Liga Super Indonesia 2015 yang sudah diplot pada 20 Februari.

Dalam rapat darurat yang digelar PT LI di Hotel Parklane, Kuningan, pada Senin (16/2) malam, dicapai kata sepakat untuk melakukan langkah hukum, yakni menguji materi Undang undang SIstem Keolahragaan Nomor 3 tahun 2005 ke Mahkamah Konstitusi.

Alasan melakukan uji materi karena BOPI dipandang bertindak di luar kewenangannya, berlaku layaknya AFC dan FIFA dalam melakukan verifikasi standarisasi klub profesional.

Oleh pEngelola liga, BOPI disebut bertindak lebih kejam dibanding dua otoritas sepak bola internasional tersebut. Mereka sama sekali tidak memberi toleransi kepada klub-klub LSI dengan patokan syarat tinggi ala AFC.

AFC dianggap mau berkompromi dengan negara-negara anggotanya. Mereka tidak memaksakan klub dan pengelola kompetisi dalam semusim sudah harus memenuhi aspek lisensi.

Kompetensi tim verfikasi BOPI diragukan kribilitasnya karena mereka tidak mendapat pendidikan dari FIFA atau AFC.

“Kapan pendelegasian tugas verifikasi didelegasikan FIFA ke BOPI? Hal itu menjadi pertanyaan klub-klub LSI. Apakah jika tidak mengantungi lisensi BOPI lantas FIFA melarang pelaksanaan LSI?” kata Joko Driyono, CEO PT LI.

Langkah hukum yang dilakukan PT LI dan klub bukan berniat mengabaikan keberadaan UU SKN dan SK Menteri tentang kewenangan BOPI 2009.

“Kami hanya ingin BOPI bekerja Sesuai standarisasi yang jelas dan disepakati bersama oleh pihak-pihak berkepentingan. Garis kebijakan mereka harus melalui tahapan perbincangan, sosialisasi, penilaian dan sebagainya,” tutur Joko.

“Maka, inisiatif judicial review UU SKN ke Mahkamah Konstitusi. Bukan dalam konteks berhadapan, tapi kami ingin agar ada kejelasan, kesepahaman,” ujar Joko.

Kubu pengelola LSI berniat mengirimkan surat kepada Presiden dan Wakil Presiden RI guna menjelaskan seluruh aspek terkait kompetisi dan situasi riil yang dihadapi pengelola dan peserta.

Walau agresif melakukan perlawanan, PT LI dan klub LSI tidak akan membenturkan BOPI serta Tim Sembilan Kemenpora dengan FIFA, mengingat langkah verfikasi serta rekomendasi penundaan pelaksanaan LSI 2015 masuk kategori intervensi pihak ketiga yang dilarang FIFA.

“Negara tetap harus diproteksi. Pemerintah tidak harus tunduk ke FIFA, hanya perlu ada kesepakatan bersama sehingga langkah mereka dapat diterima rekan-rekan klub,” kata Joko.

© 2013 WINENLOSE.COM ALL RIGHTS RESERVED, AGEN JUDI CASINO ONLINE TERPERCAYA - MASTER AGENT BETTING ONLINE

Customer Service Kami akan segera memproses permintaan Anda Selambat-lambatnya dalam waktu 10 menit

Bila dalam 10 menit Anda belum menerima id produk dan password dari kami, silakan hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut

TERIMA KASIH

Customer Service Kami akan segera memproses permintaan Anda Selambat-lambatnya dalam waktu 10 menit

Bila dalam 10 menit Anda belum menerima id produk dan password dari kami, silakan hubungi customer service kami untuk informasi lebih lanjut
X